Selasa, 03 Juni 2025

Bikin Pupuk Cair Organik dari Sisa Dapur: Cerita Tentang Nangka, Telur, dan Sedikit Niat

(Sumber: astriyulia89)
Hari ini aku membuat lagi pupuk cair organik.
Bahan-bahannya? Masih dari sisa dapur. Tapi ceritanya beda dari sebelumnya.

Tadi siang, ada tamu datang ke rumah. Disuguhi nangka. Tapi seperti biasa, nggak semuanya habis. Dulu mungkin aku akan langsung buang sisanya. Tapi sekarang, setelah belajar sedikit demi sedikit soal daur ulang dan berkebun, aku mulai berpikir ulang.

Akhirnya sisa daging nangka itu aku simpan.
Malamnya, langsung aku masukkan ke dua botol bekas air mineral.
Nggak aku potong kecil-kecil. Nggak juga aku rebus atau campur apa pun.
Cukup tambahkan air dan tutup botolnya rapat.
Selesai.

Lalu ada satu lagi yang ikut menyusul: kulit cangkang telur.
Ini sisa dari masak dua hari lalu. Aku remukkan kasar pakai tangan, lalu masukkan ke botol kecil. Tambah air, tutup, simpan.

Sekarang aku punya tiga botol baru.
Dua dari nangka, satu dari telur. Semuanya tinggal menunggu waktu untuk berubah jadi pupuk cair organik—si "emas cair" yang berguna untuk menyuburkan tanaman-tanaman di pekarangan.

Kadang aku senyum sendiri.
Dulu yang aku anggap sampah, sekarang aku tunggu hasilnya dengan sabar.
Dulu yang biasa kubuang, sekarang kupanggil “bahan utama.”

Ternyata, kuncinya bukan di alat mahal atau bahan aneh-aneh.
Cuma perlu niat sederhana, botol bekas, dan sedikit kesabaran.

Dan dari dapur kecilku, aku mulai belajar lagi:
Bumi nggak butuh kita jadi sempurna. Tapi butuh kita yang mau mulai dari yang kecil.


---

Tidak ada komentar:

Posting Komentar